HARIANRIAU.CO - Polisi akhirnya terpaksa menembak mati pelaku peledakan bom di rusunawa Wonocolo, Taman, Sidoarjo, Jawa Timur yang meledak Minggu (13/5/2018).
Sang pelaku peledakan bom di rusunawa yang terletak tepat di belakang Polsek Taman, Sidoarjo itu, diidentifikasi bernama Anton.
Kamar itu sendiri dihuni oleh satu keluarga. Hal itu berdasarkan catatan Bagian Administrasi Kantor Pengelola Rusunawa Wonocolo Lidya Susanti.
Anton sendiri tercatat sebagai kepala keluarga.
Suasana di rusunawa Wonocolo, belakang Polsek Taman, Sidoarjo, Minggu (13/5/2018)
“Di kamar itu ada empat orang,” terangnya kepada wartawan, Senin (14/5/2018) dini hari.
Lidya mengatakan, ledakan terjadi setelah para warga menunaikan salat Isya.
“Tiba-tiba ada ledakan dari kamar pak Anton,” tambah perempuan berusia 28 tahun itu.
Anton diketahui tinggal bersama istri dan dua anak perempuannya. Dari catatan, Anton merupakan warga Manukan Kulon, Tandes, Surabaya.
Rusunawa Wonocolo, belakang Polsek Taman, Sidoarjo masih dipadati warga, Senin (15/5/2018)
Dia menempati Rusunawa Wonocolo sejak 2015 lalu.
“Dia jualan kue keliling. Sedangkan anaknya masih sekolah,” lanjut Lidya.
Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Frans barung Mangera menyatakan, tindakan tegas terpaksa dilakukan pihaknya kepada Anton.
Biarpun, saat itu Anton diketahui masih bernafas saat polisi masuk ke dalam unit rusunawa di Lantai 5 Blok B itu.
<!--pagebreak-->
Alasannya, pihaknya tak mau mengambil risiko jatuhnya korban jiwa anggota.
“Tangannya pegang switching (tombol peledak). Akhirnya kami lumpuhkan,” beber Barung di lokasi kejadian, Senin (14/5/2018) dini hari.
Selain Anton, lanjutnya, ada dua jenasah lain yang ada di dalam unit tersebut.
“Istri Anton dan seorang anak laki-lakinya meninggal akibat ledakan bom,” terangnya.
Tim Gegana bergerak ke lokasi bom rusunawa Wonocolo, di belakang Polsek Taman, Sidoarjo, Minggu (13/5/2018)
Sementara, lanjut dia, dua anak perempuan Anton diketahui masih hidup dan mengalami luka serius.
Saat ini, kedua anak Anton tersebut sudah dilarikan ke RS Khadijah, Taman, Sidoarjo untuk mendapatkan perawatan.
Kendati demikian, tiga jenasah sampai dengan pukul 02.00 WIB, masih belum dievakuasi.
Sementara, sejumlah mobil ambulan sudah bersiaga di lokasi.
Korban meninggal diduga akibat bom rakitan di belakang Polsek Taman Sidoarjo
Di sisi lain, Tim Densus 88 Antiteror sampai saat ini masih mensterilkan lokasi kejadian dan mengevakuasi warga menjauh dari lokasi.
Berdasarkan pantauan JawaPos.com (grup pojoksatu.id) di TKP, Kapolda Jatim Irjen Machfud Arifin dan Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Arif Rahman sudah tiba di lokasi.
Hingga pukul 23.00 WIB, sudah terdengar lima kali suara ledakan yang diduga berasal dari bom yang berusaha dijinakkan oleh Tim Gegana.
Saat proses menjinakkan bom, polisi memerintahkan ambulan untuk mendekat. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi bilamana terjadi kondisi gawat darurat.

